Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 November 2010

Sejarah Musik Punk



Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.


Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.


Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.


Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.


Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.










Gaya hidup dan Ideologi


Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).


Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).


Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.


Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.


Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.


Punk dan Anarkisme


Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.


Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.


Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.


Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).


Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.


Jenis-Jenis Punk

CRUST PUNK
komunitas ini sering diklaim para punk lainya sebagai
kumunitas paling brutal.crusties sering melakukan berbagai macam pemberontakan dalam kahidupan sehari-hari mereka merupakan orang2 anti social.


ANARCHO PUNK
komunitas ini adalah komunitas sangat keras dan bisa dibilang sangat menutup diri dari
orang orang lain.mereka juga sangat idealis dengan ideology yang mereka anut.diantaranya
anti authoritarianism & anti kapitalis.


GLAM PUNK
angotanya para seniman yang menuangkan pengalamannya dengan berbagai macam seni mereka
benar benar menjahui perselisihan
dengan komunitas maupun orang lain.


HARDCORE PUNK
musik nuansa punk rock dengan beat2 yang lebih cepat
wajib bagi mereka .jiwa pemberontak kental dengan komunitasyang berkembang tahun '80'an ini


NAZI PUNK
 berkembang di inggris
pada tahun 70an.merupakan komunitas masih murni .mereka menamakan musiknya music rock against communism & hate core.


PUNK OI
 anak2 oi\street punk yang bisa disebut skinhead dikenal sering sekali membuat keonaran.walaupun begitu mereka berprinsip kerja keras itu wajib.dan dalam bermusik mereka sangat ekspresif.


SKATE PUNK
 anak-anak punk yang suka skateboard & surfing.


SKA PUNK
penggabungan musik punk dengan rege.


QUEER CORE
yang terdiri dari orang2 sakit : homo,lebian,biseks,dan trans sexsual.

Read More..

Sejarah Musik Reggae

Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.
Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes) , memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.
Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.
Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.
Jamaika
Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak “xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.
Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.
Musik reggae sendiri pada awalnya lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum rastafaria) di Kingson ibu kota Jamaika. Inilah yang menyebabkan gaya rambut gimbal menghiasi para musisi reggae awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran rastafari yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta gaya hidup bohemian. Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia yang juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, otomatis mengakibatkan aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik dunia. Maka, gaya rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik ‘rasta’ dalam lagunya pun menjadi konsumsi publik. Dalam kata lain, dreadlock dan ajaran rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.
Musik reggae, sebutan rastaman, telah menjadi satu bentuk subkultur baru di negeri ini, di mana dengannya anak muda menentukan dan menggolongkan dirinya. Di sini, musik reggae menjadi penting sebagai sebuah selera, dan rastaman menjadi sebuah identitas komunal kelompok social tertentu. Tinggal bagaimana para pengamat social dan juga para anggota komunitas itu memahami diri dan kultur yang dipilihnya, agar tidak terjadi penafsiran keliru yang berbahaya bagi mereka. Penggunaan ganja adalah salah satu contohnya, di mana reggae tidak identik dengan ganja serta rastafarianisme pun bukanlah sebuah komunitas para penghisap ganja.
Sebuah lagu dari “Peter Tosh” (nama aslinya Peter McIntosh), pentolan The Wairles yang akhirnya bersolo karier. Dalam lagu ini, Peter Tosh menyatakan dukungannya dan tuntutannya untuk melegalkan ganja. Karena lagu ini, ia sempat ditangkap dan disiksa polisi Jamaika.
Menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut “Burru” yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut “talking drums” (drum yang bicara) yang asli dari Africa Barat. “Jonkanoo” adalah musik budaya campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum, rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika Tengah dan diperkenalkan ke orang - orang Jamaika untuk membentuk sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker, scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 - 50an sebenarnya disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing, Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat “bop”. Ska kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian “skankin” pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai pencipta “ska”. Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya pada pertengahan 60an memunculkan “Rock Steady” yang punta tune bass berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.
“Reggae & Rasta”
Bob Marley tentunya adalah bimtang musik “dunia ketiga” pertama yang jadi penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley. Ditambah lagi dengan hadirnya “The Harder they Come” pada tahun 1973, Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music, musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara - upacara petani, lagu kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan - pertemuan Rasta, menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.
“Apa sih Reggae”
Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus - putus tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang ‘berkotbah’ dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika), pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan aspek politis Rastafarinya. “Reg-ay” bisa dibilang muncul dari anggapan bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul Amerika namun dengan ritem yang ‘dibalik’ dan jalinan bass yang menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska & rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika - Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi ‘lubang - lubang’ iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer, permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.
“Tidak asli Jamaika”
Reggae memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan gitar pas - pasan dan putus - putusadalah interprestasi mereka akan R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu, Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai, kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.
“It’s Influences”
Saat rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua dekade. Hits - hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees. Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari dunia tersendiri. Budaya ‘Dancehall’ Jamaika yang menonjol plus sound system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan yang luar biasa.Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.


sumber: indoreggae.com
Read More..

Sejarah Musik SKA & Rocksteady

SKA
Perang Dunia II yang mengubah segalanya kekuasaan Inggeris
terhadap negara _negara jajahanya.Runtuh sebelum masa PD II &
terpecah belah, pada saat pertengahan masa peperangan Inggeris
memberikan kemerdaakaan kepada negara_negara jajahannya setelah mendapat
tekanan dari pemerintahan kolonial. Pada tahun 1962 Jamaica membentuk
pemerintahan sendiri meskinpun masih tetap sebagai negara yg makmur,
Budaya Jamaica & muziknya mula terfleksi dalam optimisme baru
& aspirasi rakyat yang liberal.

Sejak tahun 40'an Jamaika telah mengadopsi & mengadaptasi berbagai bentuk muzik dari Amerika.
Pada saat PD II berakhir, begitu banyak band-band di Jamaika yang
memainkan muzik² dansa. Grup seperti Eric Dean Orchestra dengan
trombonisnya Don Drummond & master gitarisnya Ernest Ranglin
terpengaruh oleh pemuzik² jazz Amerika seperti Count Bassie, Erskine
Hawkins, Duke Ellington, Glenn Miller & Woody Herman. Ditahun 50'an
ketenaran band-band jazz di Amerika digantikan oleh grup-grup yang kecil
& cenderung lebih memainkan irama bop/rhythm & blues sound.
Musisi Jamaika yang sering berkunjung ke Amerika terpengaruh &
membawa pola permainan muzik tersebut ke daerah asalnya. Band-band local
di Jamaika seperti Count Smith The Blues Blaster, Sir Nick The Champ
& Tom The Great Sebastian mulai memainkan gaya baru tersebut.
Ditahun 1954, pertunjukan terbesar pertama kali diadakan di kota
Kingston tempatnya di Ward Theatre. Band-band tradisional yang memainkan
irama mento-folk-calypso turut mengambil bahagian & sering kali
band-band tersebut mengisi acara di hotel-hotel yang ada di Jamaika
& mengelilingi pulau tersebut. Pada akhir tahun 50'an
pengaruh-pengaruh jazz, R&B, & mento (sejenis muzik calypso)
melebur menjadi satu bentuk baru yang dinamakan 'shuffled'. Irama
shuffled memperoleh populari berkat kerja keras musisi-musisi seperti
Neville Esson, Owen Grey, The Overtakers & The Matador Allstars.
Banyak studio & perusahaan rakaman yang mengalami perkembangan &
terus berusaha untuk mencari bakat² baru. The Jamaican Broadcasting
Corporation pun ikut membangkitkan semangat kepada pemuzik² muda melalui
siaran acara² di radio.

Dua orang yang amat berpengaruh dalam perkembangan musik di Jamaika pada tahun 50'an adalah Duke Reid &
Clement Seymour Dodd. Bersama istrinya, Duke Reid memiliki kedai
'Treasure Island Liquor' yang berlokasi di jalan Bond (Bond street).
Soundsystem Reid dikenal dengan nama 'The Trojan', diambil dari tulisan
yang tertera pada traknya. Trak yang biasa digunakan sebagai angkutan
barang untuk kedainya. Dodd menamakan soundsystem miliknya 'Sir Coxsone
Downbeat' yang diambil dari nama pemain kriket asal Yorkshire, Coxsone.
Sepanjang akhir tahun, kedua orang tersebut memimpin persaingan dalam
bisnes muzik. Walaupun Coxsone lebih dekat dengan 'Ghetto'(perkampungan
yang didiami kaum atau kelompok tertentu) Adalah Reid yang dianugerahi
sebagai 'King of sound & blues' di Success Club (acara
penganugerahan) di tahun 1956, 1957, 1958.

Tahun 1962, saat di mana Jamaika sedang cenderung meniru musik-muzik Amerika, Cecil
Bustamente Campbell yang kemudian dikenali dengan nama 'Prince Buster',
tahu bahawa sesuatu yang baru amat ditubuhkan pada saat itu. Ia memiliki
seorang gitaris yang bernama Jah Jerry yang kemudian bereksperimen di
muzik dengan menitikberatkan 'ketukan 'afterbeat' ketimbang 'downbeat'.
Hingga pada saat ini ketukan afterbeat menjadi esensi dari singkop
(penukaran irama) khas Jamaika. Ska pun lahir. Soundsystem/studio
rekaman pun mulai merakam hasi kerja mereka. Dengan tidak memberikan
label pada vinyl (piring hitam) dengan tujuan agar memperoleh keuntungan
diantara para pesaingnya. Sehingga yang lain tidak dapat melihat apa
yang dimainkan & 'mencuri' untuk sondsystem mereka sendiri.

Perang antara soundsystem pun memuncak hingga pada saat para donatur terancam
oleh segerombolan orang² yang menyebabkan permasalahan. Orang² ini
dinamakan 'Dance Hall Crashers'. Meskipun fasilitas Mono Recording yang
masih primitif, adalah keteguhan hati dari antusiasnya akan muzik ska
yang memungkinkan untuk menjadi muzik komersil dari Jamaika yang pertama
kali. Dan kenyataannya ska dikenal sebagai musik dansa rakyat Jamaika.

Sepanjang tahun 60'an wilayah ghetto di Jamaika dipenuhi oleh pemuda-pemuda yang
mencari pekerjaan. Pada waktu itu amat susah di dapati. Pada awalnya
pemuda-pemuda ini tidak tertarik dengan optimisme musik ska.
Pemuda-pemuda tersebut menciptakan identiti kelompok sebagai 'Rude Boy'
(sebuah trend dikalangan pemuda yang pernah terjadi pada periode awal
tahun 40'an) Menjadi 'Rude' ertinya menjadi seseorang dimana masyarakat
menganggapnya tidak berguna. Gaya dansa ska para Rude Boy memiliki ciri
khas tersendiri, lebih pelan, dengan tingkah seakan-akan meninju
seseorang. Rude Boy memiliki koneksitas dengan 'Scofflaws'(orang-orang
yang selalu menentang hukum) & dunia kriminal lainnya. Hal ini
terefleksikan dalam lirik-lirik lagu ska. (catatan: gaya penampilan
berpakaian Rude Boy iatu dengan celana panjang yang mengatung hanya
semata kaki). Muzik ska sekali lagi mengalami perubahan untuk
merefleksikan 'Mood of the rude' dengan menambahkan tensi pada permainan
bass yang disesuaikan dengan gaya sebelumnya iatu 'free-walking bass
style'.

Banyak yang datang mengadu nasib di kota Kingston untuk memperoleh pengetahuan dalam industri muzik yang kemudian beralih
menjadi penjual ganja ketika gagal & modal makin menipis. Banyak
pula yang berkecimpung dalam dunia kriminal (tergambar dalam film 'The
Harder They Come' yang diperankan oleh Jimmy Cliff ...film ini dipercaya
mengisahkan tentang perjalanan hidup Jimmy Cliff)

Dua parti politik yang ada di Jamaika membentuk banser bersenjata. Opini publik
pun
mengarah pada penentangan terhadap kelompok Rude Boy & penggunaan senjata api. Peraturan memiliki senjata api pun ditilik
kembali setelah melalui periode dimana kepemilikan senjata diperbolehkan
asal tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Siapa pun yang memiliki
senjata api yang ilegal, diancam hukuman penjara seumur hidup

Artis & produser mendukung bahkan 'memaafkan' atas prilaku kelompok Rude
Boy melalui
muzik ska. Dukungan untuk tidak menggunakan senjata api terefleksi dalam lagu-lagu seperti "Lawless street" dari kelompok Soul
Brothers, "Gunmen coming to town" The Heptones. Duke Reid memproduseri
salah satu grup ska The Rude Boy (shuffling down Bond street) C.S. Dodd
pun ikut memproduksi grup muda yang memiliki visi muzik mereka sebagai
'rudies' iatu kelompok The Wailers ( Bob Marley, Peter Tosh, Bunny
Wailer).
Prince Buster menemukan seseorang yang memiliki mitos karakter sebagai Rude Boy iatu
Judge Dread. Lagu "007 Shanty Town" yang dinyanyikan oleh Desmond Dekker adalah sebuah karya cemerlang dalam
mendokumentasikan perilaku Rude Boy kedalam sebuah lagu (berhasil
memasuki urutan tangga lagu ke 14 di UK Charts)

Tema rude boy masih mendominasi sepanjang periode ska, dan popularitinya memuncak
sepanjang musim panas tahun 1964. Beat ska menjadi lebih lambat &
Rocksteady pun lahir. Gelombang ska pertama berakhir pada tahun 1968
(Rocksteady adalah bahagian cerita lain: Rocksteady kemudian melahirkan
muzik Reggae. Populariti muzik Reggae di Inggris di sebarkan oleh
Skinhead; kelompok Rastafarian mengadopsi muzik Reggae & lirik²
lagunya cenderung bertemakan ajaran Rastafari & pandangan
Relijiusnya, Reggae pun berkembang menjadi 'Dub', 'Dancehall', &
seterusnya ...& seterusnya ...)

Memasuki gelombang kedua ...sebelumnya marilah kita lihat beberapa sejarah ska lainnya:
ditahun 1962, saat di mana Inggris menjanjikan jaminan secara tak terbatas
kepada para
imigran yang berasal dari negara² persemakmurannya, rusuhan pun terjadi. Disaat itu muzik ska & Reggae sedang populer.
Dibawa dari Jamaika oleh banyak pemuzik & produser yg ikut
berimigrasi, termasuk 'The Trojan' & seorang kelahiran Kuba, Laurel
Aitken. Pada tahun 70'an, imej Rude Boy diperbaharui & terhasil
dalam penggabungan 2 jenis musik yg masih tergolong baru di Inggris iatu
Reggae & Punk oleh band The Clash (Rudie can't fail). Antara
pertengahan hingga akhir tahun 70'an, band seperti The Coventry
Automatics memilih untuk memainkan ska ketimbang Reggae karena menurut
Jerry Dammers (pendiri band tersebut), memainkan musik ska lebih mudah
& gampang. The Coventry Automatics merubah namanya menjadi The
Specials AKA The Automatics, kemudian berubah lagi menjadi The Specials.

Selanjutnya pada tahun 1979 Jerry Dammers mendirikan 2Tone Records. Keinginan
Dammers layaknya seperti Prince Buster di awal tahun 60'an yaitu
menciptakan sesuatu yang baru. Hitam & putih menjadi simbol.
Lahirlah yang dinamakan dengan 2Tone ska. Logo 2Tone iatu gambar kartun
pria berpakaian jas hitam dengan kemeja putih, dasi hitam, topi 'pork
pie', kaca mata hitam, kaus kaki putih & sepatu 'lofers' hitam
menjadi logo resmi yang karakternya di beri nama 'Walt Jabsco' (diambil
dari nama Walt Disney, pendiri film kartun & Jabsco bererti ganja
dalam bahasa slang latin). Diciptakan oleh Dammers sendiri
berdasarkan pose Peter Tosh pada sebuah photo awal kelompok The Wailers yang dapat
di lihat pada cover album 'The Wailing Wailer Studio One Realease'.

Pada saat rusuhan sedang terjadi, & organisasi racist 'National Front'
sedang tumbuh
pesat, pakaian hitam putih & band yang anggota nya terdiri dari perusuh, mengetengahkan
lagu-lagu yang bertemakan 'unity' disaat negara tersebut sedang terpecah belah oleh isu
racial. Sama halnya dengan musik ska di Jamaika, situasi yang terjadi pada saat
itu
terefleksi kedalam lirik lagu, seperti "Racist Friend" The Specials AKA. Band-band seperti
Madness, The Beat, The Selecter, The Bodysnatchers & The Specials membuat ska menjadi sesuatu yang segar
dengan mengolah nomor-nomor ska klasik dari Prince Buster (Roughrider,
Madness, Too hot, dll.) & artis-artis gelombang pertamanya.Band lain
yang tidak termasuk 2Tone tetapi berasosiasi dengan gerakan 2Tone
adalah Bad Manners. Ada juga persilangan dengan artis gelombang pertama
dengan band 2Tone (Rico Rodriguez adalah pemain trombone yang menjadi
additional player pada kelompok The Specials, anak murid dari pemain
trombone ternama Don Drummond & sering dipakai sebagai musisi studio
do Jamaika)

Pada akhirnya Chrysalis Records membeli 2Tone dari Dammers dengan keputusan menandatangani perjanjian kontrak dengan
band-band 2Tone lainnya. Termasuk antara lain: The Specials, The
Selecter, Madness, Rico Rodriguez, The Swinging Cats, The Friday Club,
The Bodysnatchers, The Hisons, JB Allstars, Specials AKA, The
Apollonairs, The Beat (di Amerika di kenali dengan nama 'The English
Beat' karena sudah ada band yang memakai nama The Beat) & sebuah
single dari Elvis Costello. (catatan: single Elvis Costello tersebut
berjudul "I can't stand up for falling down" menjadi permasalahan &
tidak pernah di jual. Copy lagu tersebut diberikan secara gratis kepada
penggemar Costello pada saat pertunjukannya. Costello memproduseri debut
album The Specials & menjadi guest singer sekaligus produser untuk
single The specials AKA yang berjudul Nelson Mandela 12".

Tahun 1985 2Tone label dibubar. Dammers mengalami kebangkrutan terhadap
perusahaan Chrysalis. Band-band 2Tone mengalami masa popularitasnya dari
tahun1978-1985 walau bagaimanapun bukan hanya 2Tone yang memainkan
musik ska. Diantara band-band lainnya adalah The Tigers, Ska City
Rockers, The Akrylykz (dengan Roland Gift pada tenor sax, yang kemudian
bergabung bersama anggota The English Beat Cox, & Steele yang
belakangan menjadi penyanyi di Fine Young Cannibals), The Employees, The
Piranhas, dan masih banyak lagi ...

Hal tersebut menutup gelombang kedua musik ska ...pada gelombang ketiga: dengan berakhirnya
2Tone & gelombang kedua, musik ska menjadi sempit namun tidak
menjadi musik yang usang. Adalah The Toasters (pernah merilis single
dibawah nama 'Not Bob Marley'), Bim Skala Bim, The Untouchables &
Fishbone yang menjadikan tradisi dalam mencampur beat ska dengan unsur²
muzik lainnya seperti pop, rock dan beat-beat lainnya.

Kehadiran gelombang ketiga musik ska terdiri dari berbagai bentuk dengan
mengkombinasikan hampir setiap jenis muzik yang kira-kira dapat
dicantumkan dengan irama ska. Band-band seperti Jump With Joey, Hepcat,
Yebo, NY Ska Jazz Ensemble & Stubborn Allstars tetap bermain pada
akar ska Jamaika. Operation Ivy, Voodoo Glow Skulls, Mighty Mighty
Bosstones, dll. menggunakan energi punk untuk menciptakan ska-core.
Regatta 69, Fillibuster, Urban Blight, dll. tetap bertahan pada corak
Reggae/Rocksteady beat. Punch The Clown, Undercover S.K.A., dll.
mencirikan pengaruh dari gaya 2Tone. Yang menarik adalah band asal
Florida, Pork Pie Tribes menggabungkan beat ska dengan muzik tradisional
Irlandia. Hal lain yang lebih menarik adalah grup band The Brownies
yang mencampurkan ska dengan apa saja !!

Imej Rude Boy/Rude Girl hadir kembali pada gelombang ketiga, namun kali ini tidak sebagai
pemberontak. Tetapi sebagai suporter yang fanatik dengan muzik SKA, Skinhead Against
Racial Prejudiced (SHARP's) juga konsep-konsep 'sell outs'. Ada
beberapa aspek diantaranya yang belum berubah: ska masih menjadi muzik
dikalangan remaja, setiap pertunjukan ska dapat disaksikan oleh segala
umur & tidak terlalu mahal untuk mengakomodasikannya. Disamping itu
juga ska masih membentuk beat yang unik & harmonis walaupun
digabungkan dengan unsur-unsur muzik lainnya & orang-orang pun masih
banyak yang menikmatinya.



SEJARAH ROCKSTEADY

"My boy lollipop" yang dibawakan oleh Millie Small adalah cover version dari
lagu bercorak R&B milik Barbie Gaye, menjadi lagu favorit generasi
Mods di Inggris. Bagi mereka, pilihan musik adalah 'soul', disamping itu
mereka menyukai ska dengan cara berpakaian ala 'Rudeboy'. Beberapa
tahun kemudian, diantara mereka yang menjadi 'Skinhead' meniru gaya
penampilan tersebut. Terjadi suatu hubungan antara rusuhan kulit putih
dengan rusuhan kulit hitam. Baik Skinhead ataupun Rudeboy, kedua-duanya
adalah 'kelas pekerja' yang mempunyai gaya hidup sendiri.

Fenomena Rudeboy bermula dari Jamaika yang kemudian menyebar ke daratan Inggris.
Adalah pemuda-pemuda pengangguran yang lahir di kota Kingston setelah masa
kemerdekaan. Tanpa pekerjaan & wang mereka tinggal di wilayah
'ghetto' seperti Trenchtown & Riverton city. Kadang-kala mereka
membentuk 'gang' & terjun kedunia kriminal. Rudeboy hidup dalam
lingkungan masyarakat pinggiran & mengekspresikan diri mereka dengan
cara berpakaian serta gaya berdansa yang khas. Ska, dengan ketukan
tempo yang cepat memberikan cukup tenaga untuk berdansa. Tetapi Rudeboy
tidak begitu menyukai gaya berdansa yang terlalu cepat. Mereka biasanya
berdansa dengan setengah ketukan tempo irama ska. Oleh karena itu, ska
berubah untuk mengakomodasikannya.

Lahirlah Rocksteady

Musik ska berubah. Pada tahun 1966 hampir setengah dekad, saat dimana musik
ska berkembang, tetapi tidak untuk irama dasar dan aransemennya. Masih
dengan definisi 'Offbeat' & pola permainan bass 'free walking
style'. Konsep rocksteady membawa ide baru untuk ska. Iramanya begitu
eksperimental & lebih pelan. Adalah Hopeton Lewis yang membawakan
lagu "Take it easy" dalam bentuk ska tetapi tidak dapat menemukan bentuk
irama yang pas, kemudian ia bawakan dalam tempo irama yang slow. Dan
ketika aransemen telah selesai, seorang teman mengatakan, "That's rock
steady man, that's rockin' steady" dan begitulah nama rocksteady pun
lahir.

Topik tentang Rudeboy terus berlanjut sepanjang periode ska & mencapai puncak populariti pada musim panas 1964. Beat ska
menjadi pelan & rocksteady pun lahir. Memaksa para 'dancers' untuk
berdansa lebih pelan. 'Slow to rock'. Ada juga yang berpendapat bahawa
rocksteady lahir dari ketidakpuasan para pemuzik terhadap ska &
pencarian sesuatu yang baru. Apapun alasannya, rocksteady lahir untuk
berbeda dengan ska. Dengan 'memutus' ritme ska, memberikan efek pola
permainan bass untuk bermain lebih terangkai (cluster), ketimbang
permainan bass pada irama ska yang berpola linier (continuous line).

Tak diragukan corak irama baru ini terbukti menjadi populer ("Take it easy"
terjual 10.000
unit hanya dalam waktu satu minggu). Sebagian karena irama ini tergolong baru & juga para
'dancers' tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Oleh karena itu mereka dapat bertahan lama
di 'dance floor'.

Walaupun ska tersebar di Inggris, namun ska tidak bertahan lama hingga rocksteady menjadi populer. Disebabkan oleh 2
hal yaitu, berdirinya lisensi 'Trojan Records' (record label dari
Jamaika) & para pemusik yang mencuba menerapkan bentuk baru
tersebut.

Orang pertama yang mempopularkan rocksteady di Inggris adalah Desmond Dekker (nama asli: Desmond Dacres) sebelumnya ia
bergabung lama dengan Leslie Kong, hingga pada tahun 1967 ia memutuskan
untuk solo & mencetak hit pertamanya, "007 (Shanty town)".Adalah
salah satu diantara lagu-lagunya yang banyak mempengaruhi 'Judge Dread'.
Di Inggris singlenya (dirilis oleh Trojan Records) mencapai chart lagu
#12 & terus bertahan menjadi hit hingga memasuki tahun 1969. Pada
saat itu pula di Jamaika sedang dilanda 'demam' Reggae. Hit Desmond
Dekker yang paling populer adalah "Israelites" mencapai puncak chart
lagu #1 di Inggris, Kanada, Swedia, Jerman Barat, Belanda, Afrika
Selatan & menjadi hit pertamanya pada chart lagu di Amerika #9.

Rocksteady tidak hanya menurunkan tempo, tetapi juga mengalihkan penekanan pada
alat tiup kearah gitar dan vokal. Singkop ketukan yang 'jumpy' menjadi
kurang tegas. Hingga menghasilkan versi sound yang lebih rileks dari
'American soul'. Tiga contoh utama untuk sound baru ini adalah Delroy
Wilson dengan "Dancing mood", The Gaylads dengan "Stop making love", dan
tentunya Desmond Dekker dengan "Israelites" & "007 (Shanty town)".
Kesemuanya mencirikan gaya rocksteady, sound yang lebih mirip dengan
'American soul' & gospel ketimbang irama ska 'riang gembira' yang
nuansanya mengadaptasi dari gaya New Orleans. Walaupun demikian, para
pemuzik Jamaika masih terpengaruh oleh pop gaya Amerika & Eropa
untuk terus mengadaptasi & mengembangkan bentuk-bentuk tersebut
kedalam tradisi & idealisme musik mereka.

Seiring dengan pertumbuhan gerakan Skinhead, popularitas Mods pun memudar. Hingga
rocksteady pun berkembang menjadi reggae. Tiba di Inggris, muzik ini dikenal
dengan sebutan 'Skinhead reggae'. Puncak popularitas rocksteady amat
singkat, paling tidak di Jamaika. Bagaimana pun, hanya berlangsung
antara pertengahan tahun 1966 hingga akhir 1967. Menurut Morgan, salah
seorang pemuik, "Kami tidak menyukai nama 'rocksteady', jadi kami
mencuba untuk membuat versi yang berbeda dari lagu "Fat man" (salah satu
lagu yang menjadi hit diawal karirnya)". Beat pun diubah dengan
menggunakan tambahan organ untuk memberi nuansa pada irama. Bunny Lee
sang produser menyukai versi baru tersebut. "Ia menciptakan sound dengan
organ & ritem gitar. Sound-nya seperti 'reggae,reggae'". Istilah
tersebut keluar begitu saja. Bunny Lee pun mulai menggunakan istilah
tersebut dan kemudian seluruh pemuzik mengikutinya. Ada pula yang
berargumen bahwa 'reggae' diambil dari judul lagu The Maytals di tahun
1968 berjudul "Do the Reggay".

"Ada beberapa penulis musik yang secara keliru mengatakan bahawa ska & rocksteady berubah menjadi
reggae. Bahawa sebenarnya reggae adalah bagian yang memisah dari
keduanya. Ketukan ska adalah 'shuffles', sedangkan irama reggae lebih
slow, lebih lincah & lebih tercirikan oleh permainan perkusi. Dan
juga reggae lebih berorientasi pada vokal, sedikitnya lebih enak untuk
di dengar dari pada untuk berdansa. Liriknya pun lebih politis ketimbang
ska ataupun rocksteady".
Read More..

musik


Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:
  • Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar
  • Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik
Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.
Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.


Manfaat Musik
MUSIK bukan hanya sekadar untuk hiburan. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa melodi yang baik merupakan obat yang baik. Musik bisa meredakan rasa sakit, mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, memperbaiki mood, serta menyembuhkan insomnia.
Sekarang ini, terapis musik bersertifikasi bahkan menggunakan musik untuk mengatasi penyakit jantung, asma dan kepikunan. Tapi, Anda tidak perlu mempelajari teori musik untuk mendapatkan manfaatnya. Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk menemukan keharmonisan antara fisik dan mental Anda.
Merasa sakit? Cobalah padukan musik dengan imajinasi
Peneliti dari Cleveland Clinic menemukan bahwa mendengarkan musik selama satu jam sehari bisa mengurangi rasa sakit hingga 20 persen. Musik juga dinyatakan bisa mengurangi penggunaan obat penghilang rasa sakit sebelum dan sesduah operasi.
Menurut profesor di bidang terapi musik dari Arts and Quality of Life Research Center di Temple University, Cheryl Dileo, musik menstimulasi pelepasan endorphin di otak. Zat kimia otak ini berfungsi menutupi rasa sakit. Selain itu, musik juga bisa memaksimalkan efek latihan visualisasi yang dikenal dengan guided imagery. Dalam latihan ini, pasien diminta fokus pada satu gambar tertentu.
Terapi pribadi
Menurut Joke Brandt, PhD dari Temple University, Anda bisa mencoba terapi musik sendiri di rumah. Cobalah duduk bersila di atas kursi nyaman dengan mata terpejam . Jika rasa sakit membatasi gerakan Anda, pilihlah musik yang membuat Anda merasa berenergi. Jika mengalami gangguan tidur, pilihlah nada yang membuat Anda rileks.
Selanjutnya, pikirkan salah satu tempat favorit Anda, seperti sungai yang tenang atau pantai di tempat terpencil.”Fokuslah pada tarikan nafas dan sensasi di dalam tubuh Anda. Bayangkan semua indra Anda berinteraksi dengan tempat favorit tersebut, mulai dari aroma, bunyi, hingga pemadangan. Saat pikiran Anda sedang mengembara, fokuslah pada musik,” terang Brandt. Jangan langsung berdiri begitu musik berhenti. Tetaplah duduk tenang selama satu atau dua menit. Ulangi setiap hari.
Susah tidur? Cobalah atasi dengan musik
Studi dari University of Toronto menemukan, penderita insomnia yang mendengarkan pianio klasik selama empat minggu mengalami perbaikan tidur. Terapi ini, menurut peneliti, meningkatkan kadar melatonin, zat kimia otak yang mendorong tidur nyenyak.
Terapi pribadi
Phil Eichling, MD dari pusat gangguan tidur di University of Arizona menganjurkan Anda agar menjadikan musik sebagai bagian dari ritual tidur. Menurut Eichling, semua musik yang berkaitan dengan relaksasi bisa membantu.
Sedang stres? Peneliti dari Cleveland Clinic Sandra Siedlecki, PhD, menemukan bahwa mendengarkan musik riang bisa meredakan gejala-gejala depresi hingga 25 persen. Tidak hanya itu, masih banyak studi lain yang mengungkap manfaat musik. Studi baru-baru ini dari Prancis menyatakan bahwa musik New Age bisa mengurangi kadar hormon stres cortisol. Studi dari University of California menyatakan bahwa mendengarkan musik klasik bisa menurunkan tekanan darah. Sebuah studi dari Jepang menyatakan bahwa musik favorit Anda bisa mengusir keletihan saat berolahraga.
Terapi pribadi
Saat berusaha menghibur diri, terang Dileo, cobalah menghindari lagu-lagu sedih. Pilihlah lagu riang. Mendengarkan musik ini selama 10 hingga 20 menit tanpa gangguan bisa memperbaiki mood.
Read More..